Renungan : Ketaatan Pada Firman

Bacaan Alkitab Setahun : I Tawarikh 16-18

ren-130419-Renungan-Ketaatan-Pada-Firman
Paulus memberikan peringatan tentang ketidaktaatan. Tetapi apa arti sebenarnya dari mentaati Tuhan? Mari kita melihat pada kabar baik tentang ketaatan.

Ketaatan pasti telah menjadi topik dari banyak khotbah selama bertahun-tahun. Para pengkhotbah telah menyatakan pandangan mereka mengenai ketaatan pada Firman Tuhan, mulai dari ancaman api dan belerang bagi ketidaktaatan sampai janji-janji ganjaran besar bagi mereka yang taat.

Apakah penting untuk mentaati Firman Tuhan? Tentu saja. Tetapi Firman Tuhan yang mana yang harus kita taati?

Dalam Ibrani 3 kita dapat membaca sebuah refleksi dari bagian sejarah Israel yang dicatat dalam Bilangan 13 dan 14. Pada masa Musa, Tuhan mengatakan pada Israel bahwa Ia akan memampukan mereka untuk masuk ke dalam Tanah Perjanjian dengan memberikan kemenangan atas semua bangsa yang menentang mereka. Namun mereka, setelah mendengar apa yang mereka anggap sebagai laporan yang menakutkan tentang kekuatan bangsa-bangsa lain, menolak untuk memasuki tanah tersebut. Terlepas dari janji dan kemampuan Allah yang tak terbatas, Israel menolak untuk percaya pada Firman-Nya. Perhatikan hasil dari kurangnya kepercayaan bangsa Israel:

“…siapakah yang telah Ia (Allah) sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.” (Ibrani 3:18-19).

                         Allah menyamakan ketidakpercayaan dengan ketidaktaatan

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah bahwa Allah menyamakan ketidakpercayaan dengan ketidaktaatan. Bagi bangsa Israel, tidak mempercayai janji dan kemampuan Allah adalah ketidaktaatan.

Sekarang, bagaimana dengan kita? Biasanya khotbah tentang ketaatan mencakup perintah-perintah yang menurut pemikiran sang pengkhotbah tidak kita taati. Tetapi di sudut pandang bahwa Allah menyamakan kepercayaan dengan ketaatan, tindakan kita bukanlah tempat pertama dimana ketaatan itu harus terjadi.

                         tindakan kita bukanlah tempat pertama dimana ketaatan itu harus terjadi

Lalu dimana ketaatan itu dimulai? Sebenarnya, hal itu berada di tempat yang sama dimana segala hal dalam hubungan kita dengan Allah dimulai – INJIL! Memepercayai Yesus yang adalah Allah yang turun menjadi manusia untuk menyelamatkan kita, adalah ketaatan kita akan Firman Allah untuk percaya kepada-Nya.

Marilah kita hidup dalam ketaatan kepada Allah Bapa dengan tetap dan terus mempercayai Yesus Tuhan kita.

Sudahkah saudara percaya Yesus sebagai Tuhan yang mengampuni dan menyelamatkan saudara?

Oleh: Scott McIntyre