Renungan : Kematian, Bila Saatnya Tiba

Bacaan Alkitab Setahun :  Yeremia 44-47

ren-130831-Renungan-Kematian-Bila-Saatnya-Tiba

2 Timotius 4:7-8 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.  Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

Beberapa hari yang lalu salah seorang warga jemaat di tempat kami, yang sudah lanjut usia, meninggal dunia.  Dan tadi pagi saat berangkat ke kantor, saya juga melihat ada keluarga yang berduka atas kematian seorang anak yang mungkin masih berusia 10 tahun.  Kedua hal ini membuat saya berpikir bahwa “Kematian” adalah sesuatu hal yang pasti akan dialami dan tidak dapat dihindari oleh semua orang dengan tidak terkecuali, besar ataupun kecil, tua ataupun muda, semua pasti mengalami.  Dan yang menjadi pertanyaan saya adalah sudah siapkah kita bila saat itu tiba???

Pernahkah terbersit dalam pikiran saudara, apa yang akan anda alami bila anda mati?  Akan kemanakah roh anda pergi bila anda mati? Ataukah anda termasuk orang yang berpikir bahwa kematian masih jauh dari anda karena anda masih muda?  Kita harus menyadari bahwa umur kita di tangan Tuhan dan itu adalah rahasia Tuhan.  Jangan karena umur kita masih muda, kita berpikir bahwa kematian masih jauh dari kita, sehingga kita merasa bebas berbuat apa saja dalam hidup kita selagi masih muda.  Dan kita pun berpikir jika saya sudah tua atau jika saya sudah sakit parah baru saya bertobat.

Pemazmur mengatakan “Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.” Sampai kapan usia kita tidak ada seorang pun yang tahu.  Dan bagaimana cara kita menjalani hidup di dunia ini akan menentukan arah tujuan kita setelah kita mati.

Semua orang pasti ingin masuk sorga.  Dan harus kita sadari bahwa menjadi Kristen bukan jaminan buat saudara untuk masuk Sorga.  Agama tidak lah membuat anda bisa masuk Sorga.  Hidup kekal di sorga hanya ada di dalam Yesus Kristus.  Yohanes 14:6 mengatakan “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.  Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Percaya dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus adalah jalan menuju keselamatan.

Saudara, sudahkah anda percaya sungguh kepada Yesus?  Sudahkah kita mencintai-Nya dengan segenap hati kita?  Jika belum, lakukanlah itu sebelum terlambat.  Percaya pada-Nya, mencintai-Nya dengan segenap hati adalah jaminan keselamatan buat kita semua.  Jika kita sungguh-sungguh mencintai-Nya, maka hati kitapun akan rindu untuk selalu dekat pada-Nya.  Bahkan akan membuat kita rindu untuk selalu hidup berkenan dan menyenangkan hati-Nya.  Ingatlah bahwa bagaimana kita hidup saat ini, akan menentukan kemana kita pergi setelah kematian datang.  Jika kita hidup didalam Yesus, tidak akan ada ketakutan ataupun kekhawatiran pada diri kita untuk menghadapi kematian.  Dan jika saatnya itu tiba, sama seperti Paulus, kita dapat dengan bangga mengatakan bahwa kita telah mengakhiri pertandingan hidup kita di dunia dengan memelihara iman percaya kita kepada Yesus Kristus,  Dan dengan yakin kita akan melihat bahwa mahkota kebenaran telah disediakan bagi kita semua.

So…jangan sampai terlambat kawan……… Tuhan Yesus memberkati……

Sudahkah saudara percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi yang mengampuni dosa-dosa saudara? kasih-karunia.org