Natal datang lagi. Seperti biasa, kita pun berbelanja keperluan Natal dan mengikuti berbagai acara Natal. Maukah anda mengalami “sesuatu yang lain” pada Natal tahun ini? Berikut ini beberapa ide yang bisa anda coba:
Menghias Rumah Bersama. Ajaklah keluarga bersama-sama menghias rumah bersama-sama. Di zaman serba praktis ini, banyak orang yang memajang pohon Natal yang terbuat dari plastic. Kita tidak perlu repot-repot menyirami. Jika sudah selesai, pohon tiruan ini dicopot dan disimpan selama setahun kedepan.
Namun saya lebih sreg memakai pohon cemara yang asli. Harganya pun lebih murah daripada pohon plastik. Dengan uang RP. 50 ribu, saya sudah bisa mendapatkan pohon cemara setinggi 2 meter dalam pot. Sedangkan untuk ukuran yang sama, kita harus mengeluarkan RP. 250 ribu untuk membeli pohon cemara plastik.
Hiasi pohon Natal dengan aksesories Natal buatan sendiri. Setiap anggota keluarga pasti senang memandang hiasan Natal buatannya sendiri yang tergantung di pohon Natal.
Pasang mistletoe karya sendiri di pintu rumah. Jangan lupa pasang lampu tambahan di depan rumah sehingga rumah lebih terang dari biasanya. Di desa saya, ada kebiasaan memasang lampu minyak selama bulan Desember. Hal ini dapat membuat suasana Natal lebih semarak.
Buatlah Kartu Natal. Kirimkan kartu Natal buatan sendiri ke famili dan teman-teman keluarga anda.
Batasi Pengeluaran. Belanja seperlunya saja. Beli dan bacalah buku-buku rohani yang berkaitan dengan Natal. Putarlah kaset-kaset rohani. Ajak anak-anak membuat kue-kue Natal sendiri.
Ikuti Kegiatan Amal. Bersama-sama dengan keluarga, bergabunglah dengan kegiatan amal dalam rangka Natal. Kalau gereja anda tidak mengadakan acara bakti social, buatlah acara sendiri. Misalnya membawa hadiah ke panti asuhan, panti wredha, kelompok anak jalanan, mendonorkan darah dan lain-lain. Hal ini sangat bagus untuk mengajarkan anak-anak makna bersyukur dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesamanya.
Jauh-jauh hari sebelum Natal, gereja saya mengunjungi sebuah panti asuhan dan meminta anak-anak di sana menuliskan hadiah Natal yang mereka inginkan. Setiap keinginan itu ditulis pada selembar kartu dan digantung di pohhon Natal, depan gereja. Setelah itu jemaat dihimbau untuk mengambil satu kartu dan mewujudkan keinginan anak itu. Keluarga anda bisa mencobanya cara ini. Jika jumlah permintaan anak terlalu banyak, ajak keluarga lain untuk terlibat.
Membuat Hadiah. Kalau biasanya keluarga anda membeli hadiah untuk diberikan kepada anggota keluarga lain, kali ini ajaklah mereka membuat sendiri hadiah itu. Memang agak ribet, tapi hal ini mengajarkan anggota keluarga untuk menghargai tenaga, pikiran dan waktu yang dicurahkan untuk membuat hadiah itu. Waktu masih kecil, saya pernah minta dibelikan truk mainan. Tapi ayah saya membuatkannya sendiri mainan itu dari kayu. Sampai sekarang saya masih terkesan pada hadiah itu.
Libatkan Keluarga Anda Dalam Acara-Acara Natal Di Gereja. Misalnya, ikut pentas drama Natal, ikut menghias gereja, ikut kebaktian malam Natal, ikut Christmas Carol dll.
No related posts.
















Ide-ide tersebut simple tapi saya rasa bermanfaat. GBU.