Eliezer Ministry

Eliezer mengundang semua yang masih single untuk bergabung di Eliezer Online .
Kami sungguh rindu dan senang untuk Anda bertemu dengan Yesus hari ini. Anda dapat mengalamiNya dengan sungguh nyata, sama seperti halnya kami bertemu denganNya di Your House Salvation Ministry. Dia telah hidup dan bangkit dan saat ini pun Anda mempunyai kesempatan untuk bertemu denganNya dan mulai menjalin hubungan indah dan berarti denganNya.

Pastor Yusak Hadisiswantoro


Arahkan cursor mouse pada Jadwal Siaran Langsung, untuk menampilkan layar LIVE STREAMING.
Pastikan Anda telah meng-install Flash Player. Jika belum ter-install, silahkan download dari http://www.adobe.com/



Prayer Request




Search

Tidak Ada Tempat Bagi-Nya Print E-mail
Tidak ada tempat bagi-Nya? Lukas 2:6-7 mencatat paradoks yang pahit tersebut. Seperti seluruh bagian kekaisaran Roma lainnya, Betlehem sedang disibukkan dengan sensus yang dimaklumatkan oleh Kaisar Agustus. Orang-orang yang berasal dari kota roti itupun berdatangan dari berbagai penjuru untuk didaftarkan. Kamar-kamar hotel, tanpa perlu promosi ataupun perang diskon, sudah sold out, laris manis. Orang-orang sibuk dengan kepentingannya masing-masing, ingin cepat-cepat merampungkan urusan cacah jiwa tersebut. Tidak ada yang peduli dengan wanita muda yang tengah hamil tua dan diiringi tunangannya yang tampak bersahaja itu. Para pemilik hotel juga tidak tergerak hatinya. Dan dokter Lukas pun mencatat, “Ketika mereka di situ tibalah waktu bagi Maria untuk melahirkan, dan ia melahirkan seorang anak- laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”

Saat ini toko-toko boleh berhias dengan aksen warna hijau dan merah, anak-anak boleh asyik dengan pesta Santa Klaus, orang-orang boleh sibuk berkirim kartu Natal, Jingle Bells boleh bergema, pohon terang boleh kelap-kelip, tapi di manakah Bayi itu? Dua ribu tahun sudah berlalu, namun keadaan ternyata belum banyak beranjak.

Tidak ada tempat bagi-Nya? Anda bisa membayangkan betapa ganjilnyaini? Allah, yang Mahahadir, ada dimana-mana, namun tidak mempunyai tempat? Ganjil memang. Namun benar. Karena Dia sendiri yang menyatakannya. Jauh sebelum peristiwa di Bethlehem itu, dengan pedih Tuhan sudah mengatakan, “Roh Ku tidak akan selama-lamaya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging.” (Kejadian 6:3).

Jadi, apa yang sepatutnya kita harapkan dari sebuah perayaan Natal? Hadiah kejutan? Anda sudah menerima, pinjam istilah David Meeche, the greatest gift our life! Perayaan yang semarak? Tidakkah kedatangannya bahwa Allah Yang Maha Tinggi itu ada diantara adara diantara kita.

Membangkitkan a thrill of hope, they eweary work rejoice “geletar pengharapan yang membuat yang dunia yang letih lesu, bersukacita”? kita sudah menerima pemberian yang sangat berharga, namun bisa-bisa kita kehilangan inti Natal kalau kita tidak- menyadari jeritan hati-Nya. Ketika Anak Manusia itu berjalan di muka bumi dan orang-orang berharap untuk mengikuti-Nya, Ia menjawab, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Matius 8:20).

Betapa sering kita berbicara tentang berdiam di hadirat Tuhan. Dan, ya, Tuhan memang menjanjikannya. Namun, betapa egoisnya kita kalau kita hanya memandang sisi ini, tanpa menyadari sebuah aspek yang lain. Tidak sadarkah anda, bahwa lebih daripada kerinduan kita untuk berdiam di dalam hadirat-Nya, Tuhan rindu untuk berdiam di antara kita. Enam ribu tahun lebih Tuhan menanggung kerinduan tersebut!

Sampai berapa lama lagi ia harus menunggu? Akankah Natal ini hanya akan kembali tersedia “kandang” bagi Dia—hati kita yang penuh dengan persoalan, hawa nafsu, kedagingan? Bukankah ini saat untuk mempersiapkan sebuah ruang, tempat Dia menjejakkab kaki, tempat Dia meletakkan kepala? Seperti dikatakan lagu yang begitu sering kita dengar dalam masa Natal ini: Joy to the world / The Lord has come / Let  earth receives her King / Let every heart prepares Him room…

 
< Prev   Next >