|
Kebiasaan merokok memang menimbulkan banyak kerugian baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Kerugian terbesar yang bisa timbul adalah risiko kematian.
Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) menyebutkan bahwa kematian akibat kebiasaan merokok di seluruh dunia sebesar 3,5 juta orang per tahun dan sebagian besar karena kanker paru. "Ini artinya setiap sembilan detik satu orang meninggal dunia," kata Ketua LM3 Renie Singgih, ketika dikonfirmasikan mengenai masalah ini di Jakarta baru-baru ini, sebagaimana diberitakan Mandiri. Ia menambahkan, kematian yang terjadi akibat kebiasaan merokok tersebut, 90 persen diantaranya karena kanker paru. Sementara hubungan antara kanker paru dengan kebiasaan merokok dapat dibuktikan oleh berbagai penelitian laboratorium.
Menurut Renie, dari hasil pengamatan yang dilakukan pihaknya, perilaku merokok menyebabkan terjadinya perubahan bentuk, susunan, dan perangai selaput lendir saluran napas akibat pajanan asap rokok. "Pada perokok, sel tumbuh secara tidak normal, bertambah besar (displasia), dan berubah bentuk (metaplasia)," katanya. Selain itu, tambah Renie, silia atau bulu getar yang ada di permukaan saluran napas di paru juga mengalami kerusakan, yang kesemuanya itu merupakan awal terjadinya kanker paru. Perubahan sel tersebut, terjadi akibat sifat karsinogenik yang terkandung dalam rokok yang merangsang unsur terkecil sel (DNA) untuk bertambah secara tidak normal.
Risiko mendapatkan kanker paru meningkat dengan semakin banyaknya batang rokok yang diisap perharinya dan dalam tidaknya isapan yang dilakukan. Hal ini berarti semakin banyak seseorang mengisap rokok dan makin dalam mengisapnya berarti akan makin tinggi risiko terjadinya kanker paru. Sebagai contoh, merokok 1 s/d 14 batang rokok per hari, mengandung risiko terkena kanker paru 3,08 kali lebih besar. Bila lebih dari 25 batang per hari maka risikonya 23,33 kali lebih besar.
Rokok sebenarnya merupakan hasil pabrik bahan kimia. Bila sebatang rokok dibakar, maka akan menghasilkan kurang lebih 4 ribu bahan zat organik baik berupa partikel seperti nikotin dan tar atau berupa gas seperti karbon monoksida, nirtogen, hydrogen cyanide, ammonia, dan methanol. Semua zat itu bersifat racun (toksin), iritasi memiliki sifat radioaktif menimbulkan kanker (karsinogenik), dan menyebabkan kecanduan.
|