Eliezer Ministry

Eliezer mengundang semua yang masih single untuk bergabung di Eliezer Online .
Kami sungguh rindu dan senang untuk Anda bertemu dengan Yesus hari ini. Anda dapat mengalamiNya dengan sungguh nyata, sama seperti halnya kami bertemu denganNya di Your House Salvation Ministry. Dia telah hidup dan bangkit dan saat ini pun Anda mempunyai kesempatan untuk bertemu denganNya dan mulai menjalin hubungan indah dan berarti denganNya.

Pastor Yusak Hadisiswantoro


Arahkan cursor mouse pada Jadwal Siaran Langsung, untuk menampilkan layar LIVE STREAMING.
Pastikan Anda telah meng-install Flash Player. Jika belum ter-install, silahkan download dari http://www.adobe.com/



Prayer Request




Search

Renungan
TERBIASA DALAM GELAP
Baca: Efesus 5:1-14
Ayat Mas: 1Yohanes 1:6
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 71-74

Mata kita memang luar biasa. Perhatikan apa yang terjadi jika listrik di sekitar kita mendadak mati. Ruangan yang terang dan semua terlihat jelas oleh mata, tiba-tiba menjadi gelap dan tak terlihat. Sesaat, kita tidak bisa melihat apa pun. Namun, mata kita berangsur-angsur menyesuaikan diri. Lima menit kemudian, kita bisa melihat bayangan benda secara samar dengan bantuan cahaya minim dari luar. Tiga puluh menit kemudian, mata kita akan beradaptasi penuh. Ia menjadi sejuta kali lebih sensitif dibanding jika berada di tempat terang. Akibatnya, kita menjadi terbiasa melihat di dalam gelap.

Paulus menegaskan pada jemaat di Efesus untuk bersikap ekstra hati-hati terhadap kebiasaan berbuat dosa. Percabulan dan keserakahan, misalnya, bukan hanya dilarang. Disebut saja jangan (ayat 3)! Bahkan jika perlu, Paulus meminta mereka berhenti berkawan dengan orang yang suka hidup dalam kegelapan (ayat 7). Mengapa begitu ekstrem? Karena dosa harus dihindari sejak dini. Jika ditolerir, lambat laun orang akan terbiasa berjalan dalam kegelapan. Dosa yang lama dibiarkan membuat pelakunya tak lagi merasa bersalah, malah menjadi betah. Umat menjadi lebih sensitif pada dosa ketimbang kepada Tuhan. Untuk itu, Paulus mengajak mereka hidup sebagai anak terang. Artinya, terus membuka hati dan mengarahkannya pada Tuhan, sehingga kegelapan sirna.

Orang sering berprinsip coba sedikit saja tidak mengapa. Ini tidak benar, karena kebiasaan berdosa selalu bermula dari yang sedikit. Lagipula terang dan gelap tak dapat bercampur. Di mana terang hadir, kegelapan kabur. Jika benar kita anak-anak terang, jangan beri tempat sedikit pun pada kegelapan. [Juswantori Ichwan]-[renunganharian]

BEBERAPA BUTIR RAGI DOSA SUDAH CUKUP UNTUK MEMORAK-PORANDAKAN KEDAMAIAN HIDUP
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 1 of 724