|
Si Optimis Dan Si Pesimis
|
|
Seorang ayah mempunyai sepasang anak kembar. Salah satunya seorang yang optimis dan satunya lagi pesimis. Pada hari ulang tahun anaknya yang kembar itu, ketika kedua anak itu masih di sekolah, si ayah memenuhi kamar si pesimis dengan berbagai mainan yang mahal. Sedang kamar si optimis ia isi dengan pupuk kotoran kuda. Malam itu si ayah masuk ke kamar si pesimis dan mendapatkan ia sedang duduk di antara mainannya sambil menangis. “Mengapa kamu menangis?” tanya si ayah. “Tentu teman-teman saya akan iri, dan saya harus membaca buku instruksi, dan saya selalu memerlukan batere yang baru, dan mainan ini akhirnya akan rusak,” jawab si pesimis. Lalu si ayah masuk ke kamar si optimis, dan ia melihat si optimis menari-nari kegirangan di atas tumpukan pupuk kotoran kuda. “Mengapa kamu begitu gembira?” tanya si ayah. “Karena pasti ada kuda di sini!” jawab si optimis
|
|
Di sebuah hutan seekor raja hutan (singa) merasa dirinya hebat. Untuk melegalisasikan kehebatannya, maka si singa bertanya kepada sebagian penghuni hutan. Bertanyalah si singa kepada seekor gorila. Si singa : "Hai gorila, siapakah yang paling gagah di hutan ini?" Gorila : "Anda tuanku". Banggalah si singa mendengar itu. Kemudian ia bertemu dengan seekor banteng. Si singa : "Hai banteng, siapakah yang paling gagah dan hebat di hutan ini?" Banteng : sudah tentu anda. Mendengar jawaban-jawaban dari sebagian hewan yang ia temui, merasa sombonglah si singa. Kemudian ia berjalan kembali, dan di tengah jalan ia bertemu dengan seekor gajah. Si singa : "Hai gajah, siapakah yang paling gagah dan perkasa di hutan ini?" (dengan sombongnya singa bertanya pada gajah). Tetapi gajah tidak menjawab, dan diluar dugaan singa, gajah langsung menghajar dan menginjak-injak singa hingga babak belur. Kemudian gajah berlalu meninggalkan si singa. Dengan badan yang sudah babak belur, si singa berkata kepada gajah: "Kalo ngga tau jawabannya, jangan marah gitu donk...."
|
|
Kata tikus pertama, "Gua nih, nggak pernah takut dengan perangkap tikus. malahan dengan sengaja perangkap itu gua dekati, dan begitu perangkapnya akan menjerat gua, langsung gua menghindar. Yaaaah..itung-itung mengisi waktu luang".
Tikus kedua nggak mau kalah. "Kalau gua, yang namanya racun tikus udah jadi minuman sehari-hari gua. Udah kayak air aja", katanya nggak mau kalah.
Si tikus ketiga terdiam, kemudian mendadak ia bangkit dan ngeloyor pergi. "Eh, tunggu, lu mau kemana?" teriak dua tikus lainnya. Sambil menoleh, tikus ketiga berkata. " Gua ada kencan sama kucing"
|
|
Mas Yudhi:Apa yang dilakukan Tuhan Yesus setelah Ia dan murid"-Nya melakukan Perjamuan Terakhir? Budi:Dia Berdoa! Mas Yudhi:SALAH!,tebak donk! Budi:Dia tidur! Mas Yudhi:SALAH,ayo tebak lagi! Budi:Dia ditangkap pasukan tentara Roma! Mas Yudhi:Masih salah!,ayo coba lagi Budi:Tau ah nyerah deh Mas Yudhi:Yah, gitu aja udah nyerah! jawabannya simple: Dia bersama Muridnya" foto" sejenak! Lo ngga' nyadar foto Perjamuan Terakhir banyak! Budi:?@!?!
Kiriman : Sinyo
|
|
Suatu ketika di suatu sekolah minggu, sang guru sedang menceritakan masalah Surga. Beliau menggambarkan bahwa surga itu suatu tempat yang amat indah, kepada murid-muridnya yang masih kecil-kecil itu. Setelah bercerita, akhirnya beliau bertanya pada anak-anak itu. "Nah, anak-anakku yang manis, setelah kalian dengar cerita itu, sekarang ibu mau tanya, siapa yang mau ikut ke surga???" Dan Anak anak itu pun menjawab serempak "Saya!!, Sayaa!!" sambil mengacung-acungkan jarinya. "Bagus.." si guru pun tersenyum sambil melihat sekelilingnya. Ternyata ada seorang anak yang tidak ikut mengacungkan tangannya. Si Guru heran. Lalu diapun menghampiri anak itu. "Namanya siapa, sayang?" "Paul, Bu." "Kenapa kamu nggak mau ikut ke surga?" Paul diam dan kemudian sambil mulai menangis dia menjawab, "Tadi waktu Paul mau berangkat sama Mama, Mama pesan sama Paul, katanya , Paul habis pulang sekolah harus langsung pulang ke rumah, nggak boleh kemana-mana.. huaaa..."
Kiriman : Ayi
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 6 - 10 of 142 |