Eliezer Ministry

Eliezer mengundang semua yang masih single untuk bergabung di Eliezer Online .
Kami sungguh rindu dan senang untuk Anda bertemu dengan Yesus hari ini. Anda dapat mengalamiNya dengan sungguh nyata, sama seperti halnya kami bertemu denganNya di Your House Salvation Ministry. Dia telah hidup dan bangkit dan saat ini pun Anda mempunyai kesempatan untuk bertemu denganNya dan mulai menjalin hubungan indah dan berarti denganNya.

Pastor Yusak Hadisiswantoro


Arahkan cursor mouse pada Jadwal Siaran Langsung, untuk menampilkan layar LIVE STREAMING.
Pastikan Anda telah meng-install Flash Player. Jika belum ter-install, silahkan download dari http://www.adobe.com/



Prayer Request




Search

Ilustrasi
Kisah Pohon Apel
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu."Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu... "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita... Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
 
Ucapan terima kasih

Seorang anak empat tahun diminta berdoa pada makan malam sebelum Natal. Semua anggota keluarga menunggu apa yang akan didoakannya.

Ia memulai doanya dengan mengucap terima kasih pada Tuhan untuk semua kawan-kawannya dengan menyebut namanya satu persatu. Kemudian ia mengucap terimakasih pada Tuhan untuk Ibu, Ayah, kakak-kakaknya, Kakek, Nenek, dan semua paman dan bibinya. Lalu ia mulai mengucapkan terima kasih untuk makanan yang telah disediakan.

Ia berterima kasih untuk ayam kalkun, salad buah, saus, kue, cake, pudding. Kemudian ia berhenti, dan setiap orang menunggu. Setelah senyap sekian lama, anak itu melihat ke ibunya dan bertanya, “Bila saya berterima kasih pada Tuhan untuk brokoli, akan tahukah Ia kalau saya bohong?”

 
Tuhan sedang berkata-kata pada saya

Seorang pendeta sedang menyiapkan khotbahnya ketika anaknya datang dan bertanya, "Ayah sedang apa?"
"Tuhan sedang berkata-kata pada ayah dan ayah sedang menuliskannya."
"Tetapi mengapa banyak yang dicorat-coret?"

 
Tuhan lebih besar

Ini cerita seorang anak perempuan yang sepulang dari gereja bertanya pada ibunya, “Ma, khotbah pagi ini membingungkan saya.”
Ibunya bertanya, “Oh, apakah itu?”
Gadis kecil itu berkata, “Ia mengatakan bahwa Tuhan lebih besar dari kita semua. Apakah itu benar?”
“Ya, itu memang benar,” jawab ibunya.
“Ia juga mengatakan bahwa Tuhan berada di dalam diri kita semua. Apakah itu benar?”
Lagi-lagi ibunya menjawab, “Ya.”
“Kalau begitu,” kata anak itu, “Tuhan lebih besar dari kita dan Dia berada di dalam diri kita, bukankah Ia akan tampak?”

 
Tuhan kepada Musa

Tuhan datang pada Musa dan berkata, "Aku mempunyai kabar baik dan buruk untukmu. Yang mana yang kamu inginkan duluan?"

Musa menjawab, " Tuhan yang maha pengasih, kalau saya boleh memilih, beritahukan terlebih dahulu kabar baiknya."

"Musa, kabar baiknya adalah kamu Kupilih memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir," jawab Tuhan. "Aku akan paksa Firaun membebaskan anak-anakKu dengan memberikan tulah di Mesir. Akan ada hama belalang dan kodok yang menyebabkan kerusakan luar biasa pada tanah. Pasukan Firaun akan mengejar kamu ketika kamu mencoba pergi, tetapi jangan takut Aku akan membelah Laut Teberau untuk membantu kamu melepaskan diri.

"Dan apakah kabar buruknya?" tanya Musa.

"Kamu harus menyiapkan Analisa Dampak Lingkungan-nya." jawab Tuhan.

 
Apa yang anda lakukan, bukan kapan anda melakukan

+ Golda Meir berumur 71 ketika ia menjadi Perdana Menteri Israel.

+ William Pitt II berumur 24 ketika ia menjadi Perdana Menteri Kerajaan Inggris.

+ George Bernard Shaw berumur 94 ketika dramanya pertama diproduksi.

+ Mozart baru berumur tujuh tahun ketika komposisinya yang pertama dipublikasi.

+ Bagaimana dengan Anda? Benjamin Franklin adalah kolumnis sebuah surat kabar ketika ia berumur 16 dan ia adalah salah seorang pembuat Undang Undang DasarAmerika ketika ia berumur 81. Anda tak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk melakukan sesuatu.

 
100% Saya kerjakan

"Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya." (Matius 25:15)

Bila kita sebagai umat Kristiani menggunakan kemampuan yang terpendam di dalam diri kita dan mengamalkan semua talenta dan karunia yang telah Tuhan anugerahkan pada kita bagi Tuhan dan sesama, betapa besar perubahan yang akan terjadi di dunia ini. Tuhan tidak menghendaki setiap kita gagal. Tuhan menghendaki kita menjadi terang dan garam dunia untuk orang-orang di sekitar kita.

Elbert Hubbard, seorang yang sangat sukses, menjelaskan orang yang sukses adalah mereka yang mencoba, bukan mengeluh; yang bekerja, bukan mangkir; yang bertanggung jawab, bukan mengelak; yang mau menanggung beban, bukan yang berdiri diam; yang menatap ke depan; yang memberi nasehat.

Charles Kingsley berkata: "Orang yang berhasil hidupnya adalah mereka yang selalu ceria dan berpengharapan, yang melakukan pekerjaannya dengan senyum di wajahnya,  bersikap sama dalam menghadapi kesempatan dan kesempitan."

Jenjang keberhasilan adalah:

0% - Saya tidak mau
10% - Saya tidak dapat;
20% - Saya tidak tahu harus bagaimana;
30% - Saya harap saya bisa;
40% - Apakah ini?
50% - Saya pikir saya mungkin bisa;
60% - Saya mungkin bisa;
70% - Saya pikir saya dapat;
80% - Saya dapat;
90% - Saya mau;
100% - Saya kerjakan;

Orang bilang bahwa untuk sukses 10% adalah gagasan dan 90% usaha. Bersama memberi 100% yaitu "Saya kerjakan". Kita mengeluh bahwa kita tidak mempunyai talenta dan kesempatan pada saat dimana ketekunan dan konsentrasi yang diperlukan.

"Gunakan talenta yang Anda miliki; hutan  akan sepi bila tidak ada burung yang bernyanyi selain yang nyayiannya terbaik,"  kata Henry Van Dyke. Burung-burung tidak kuatir tentang siapa yang nanyiannya terbaik; mereka lakukan apa yang wajar mereka lakukan. Daripada membanding-bandingkan dengan talenta orang lain, marilah kita berterima kasih pada Tuhan untuk apapun yang kita miliki dan menggunakannya, karena jika tidak kita akan menjadi orang yang tak berdaya.

Patricia Erwin Nordman, Walking through the Darkness
 
Aborsi

Apakah Anda  menganjurkan pengguguran kandungan (aborsi) pada keempat kasus berikut ini?

  1. Ada seorang pendeta dan isterinya yang sangat miskin. Mereka telah  mempunyai 14 anak. Dan sekarang isterinya mengandung anak yang ke-15. Memperhatikan kemiskinan mereka dan semakin banyaknya penduduk dunia, apakah Anda menganjurkan aborsi?
  2. Sang ayah sakit kelamin, sang ibu mengidap TBC. Mereka mempunyai empat anak. Yang pertama buta, yang kedua mati, yang ketiga tuli dan yang keempat juga terkena TBC. Dan ternyata ia hamil lagi. Mengingat kondisi yang sangat ekstrim ini apakah Anda menganjurkan aborsi?
  3. Seorang pria kulit putih telah memperkosa seorang gadis berkulit hitam berumur 13 tahun dan ia hamil. Kalau Anda orangtuanya apakah Anda menganjurkan aborsi?
  4. Seorang gadis belasan tahun hamil. Ia telah bertunangan. Tunangannya bukanlah ayah anak yang dikandungnya, dan sang tunangan itu merasa sangat terpukul. Apakah Anda menganjurkan aborsi?

 Bila Anda menganjurkannya maka:

  1. Pada kasus pertama Anda telah membunuh John Wesley, salah satu penginjil terkemuka pada abad ke-19.
  2. Pada kasus kedua, Anda baru saja membunuh Beethoven.
  3. Pada kasus ketiga Anda telah membunuh Ethel Waters, penyanyi rohani besar berkulit hitam.
  4. Bila pada kasus keempat Anda mengatakan ya, maka Anda baru saja menyatakan pembunuhan terhadap Yesus Kristus!!
 
10 Aturan Untuk Suatu Hari Yang Berbahagia

1. Hari Ini Saya Tidak Akan Membalas Dendam:
Bila seseorang berlaku kasar, bila seseorang berlaku tidak sabar, bila seseorang tidak ramah … saya tidak akan berlaku demikian. 

2. Hari Ini Saya Akan Memohon Tuhan Memberkati “Musuh” Saya:
Bila saya menjumpai seseorang yang memperlakukan saya dengan kasar atau tidak adil, saya diam-diam akan memohon pada Tuhan untuk memberkati orang itu. Saya memahami bahwa “musuh” saya boleh jadi adalah seorang anggota keluarga, tetangga, teman sekerja atau orang yang tidak saya kenal. 

3. Hari ini Saya Akan Berhati-hati Dengan Kata-kata Saya:
Saya akan berhati-hati dan mengendalikan kata-kata saya dan meyakini bahwa saya tidak menyebar gosip.
4. Hari ini Saya Akan Berjalan Lebih Jauh:
Saya akan menemukan cara untuk menolong dengan berbagi beban dengan orang lain.

5. Hari ini Saya Akan Memaafkan:
Saya akan memaafkan setiap sakit dan luka hati yang saya temui.

6. Hari ini Saya Akan Melakukan Hal Yang Baik Untuk Seorang, Tetapi Saya Akan Melakukannya Diam-Diam:
Secara anonim saya akan mencoba menjadi berkat bagi orang lain.

7. Hari Ini Saya Akan Memperlakukan Orang Lain Sebagaimana Saya Ingin Diperlakukan:
Saya akan melakukan aturan emas – berlakulah pada orang lain sebagaimana Anda ingin  mereka memperlakukan Anda – pada setiap orang yang saya jumpai.

8. Hari Ini Saya Akan Memberi Semangat Pada Seseorang Yang Sedang Putus Asa:
Senyum saya, kata-kata saya, dukungan saya, dapat membuat perbedaan bagi orang yang sedang bergumul dalam kehidupannya.  

9. Hari ini Saya Akan Memelihara Tubuh Saya:
Saya akan makan secukupnya; saya hanya akan makan makanan yang sehat. Saya akan bersyukur pada Tuhan untuk tubuh saya.

10. Hari ini Saya Akan Bertumbuh Secara Rohani:
Saya akan memberikan waktu lebih banyak untuk berdoa hari ini: Saya akan membaca sesuatu yang rohaniah hari ini; saya akan mencari tempat yang tenang (pada suatu saat pada hari ini) dan mendengarkan firman Tuhan.
 
Uang Kelip Untuk Tuhan

Pada suatu waktu ketika orang masih bisa membeli es krim dengan sekelip (lima sen), ada seorang anak yang tinggal di suatu kota kecil dengan ibunya. Setiap Minggu ibunya mengajak anak itu ke gereja dan selesai kebaktian mereka pergi ke kota untuk membeli es krim. Pada suatu hari Minggu ibu itu merasa kurang sehat, dan ia berkata pada anaknya agar pergi ke gereja sendiri. Ia memberi dua kelip pada anaknya – satu untuk persembahan dan satu lagi untuk es krim.
Dalam perjalanannya ke gereja anak itu harus melalui sebuah jembatan tua. Ketika berada di atas jembatan anak itu berloncat-loncat dan ia senang ketika jembatan itu bergoyang-goyang. Namun telinganya yang tajam mendengar suara uang jatuh, ternyata salah satu uang kelipnya jatuh dan bergulir ke antara lubang retakan di jembatan. Ia mencoba menangkap uang itu tetapi uang itu menggelinding masuk di sela retakan dan jatuh ke sungai. Dengan tak berdaya anak itu melihat uang itu ditelan arus sungai. Anak itu berdiri lagi dan membersihkan lututnya, dan berkata, “Ah tak apa, itu uang kelip yang untuk Tuhan.”
Sering bila kita sedang kekurangan uang, maka Tuhanlah yang tidak memperoleh bagian. Bila kita kekurangan waktu, Tuhanlah yang harus menunggu. Bila kita kehabisan energi, Tuhanlah yang kita minta menggantinya.
Tuhan membalik urutan prioritas itu ketika Ia berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Bila Anda memberikan yang paling utama dan yang terbaik dari yang Anda miliki, maka Tuhan akan memberkati Anda dengan memberikan semua yang Anda perlukan dan lebih!

From Still More Hot Illustrations for Youth Talks
by Wayne Rice.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 10 of 101