Damai Dalam Lukisan

Pada suatu hari, Raja menawarkan hadiah kepada pelukis yang bisa melukis lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak pelukis yang mencoba. Sang Raja melihat semua lukisan tersebut. Setelah melakukan banyak pertimbangan, akhirnya Raja memilih dua lukisan yang terakhir. Sekarang dia harus memilih salah satu dari mereka. Satu lukisan merupakan lukisan mengenai danau yang tenang. Danau tersebut merupakan cermin yang tepat untuk menggambarkan gunung yang penuh ketenangan yang menjulang di atas danau tersebut. Di langit, awan putih bergerak di langit yang biru. Setiap orang melihat lukisan ini berkata bahwa lukisan ini adalah lukisan terbaik yang menggambarkan tentang kedamaian.

Lukisan yang kedua menggambarkan gunung juga. Gunung-gunung ini rusak dan gundul. Di atas menggambarkan langit gelap yang marah dimana hujan turun. Petir menyambar. Di samping gunung, jatuh aliran air terjun. Gambaran ini tidak menggambarkan tentang kedamaian sama sekali.

Continue reading “Damai Dalam Lukisan”

Anak Anjing Special

Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang ia harus jual. Ia pun membuat brosur iklan mengenai 4 anak anjing tersebut. Setelah itu, ia pun mulai menyebarkan iklan tersebut ke sejumlah wilayah dengan cara memakunya ke pohon-pohon besar. Saat ia hendak menancapkan brosur iklan terakhir, seorang anak kecil menghampirinya dari belakang. “Tuan,” katanya, “Saya ingin membeli salah satu anak anjing Anda.” “Yah,” kata si petani, sambil mengusap keringat dari tengkuknya, “anak anjing ini datang dari induk yang baik dan harganya sangat mahal.”

Anak itu menjatuhkan kepalanya sejenak. Kemudian menjangkau jauh ke dalam sakunya. Pada saat tangan kanannya keluar, sejumlah uang ada dalam genggamannya. Uang tersebut diberikan ke petani. “Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah itu cukup untuk melihatnya?”

Continue reading “Anak Anjing Special”

Ekor Kebahagiaan

Suatu kali aku memperhatikan seekor kucing kecil sedang bermain dengan ekornya sendiri. Dia sedang berusaha mengejar ekornya. Dia terus berlari-lari dan berguling – guling mencoba menangkap ekornya. Di tengah keasyikan kucing kecil itu, tiba-tiba muncul seekor kucing tua di dekatnya. Lama dia mengawasi tingkah laku kucing kecil dan seolah-olah dia bertanya kepada kucing kecil itu, “Kucing kecil, mengapa kamu mengejar ekormu sendiri?” Kucing kecil menjawab, “Karena aku akan menemukan kebahagiaan di ekorku.”

Kucing tua mengawasi selama beberapa waktu lama, kemudian dia berkata, “Dulu aku juga melakukannya, aku pernah berpikir jika aku bisa menangkap ekorku aku akan menemukan kebahagiaan di sana. Tapi sekarang aku sadar bahwa aku tidak perlu mengejar ekorku lagi karena aku tahu ke mana pun aku pergi dia akan mengikutiku.”

Continue reading “Ekor Kebahagiaan”

Kisah Seekor Anjing

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya,” tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.”

Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar disana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing.

Continue reading “Kisah Seekor Anjing”

Si Petani Jagung

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.

“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.

Continue reading “Si Petani Jagung”

Kepompong Perjuangan

Seorang ibu menemukan sebuah kepompong kupu-kupu. Suatu hari terlihat sebuah lubang kecil. Ibu ini melihat kupu-kupu sedang berjuang melalui lubang kecil tersebut. Sudah beberapa jam kupu-kupu tersebut berhenti tanpa hasil. Kelihatannya usaha kupu-kupu sia-sia tanpa masa depan yang baik.
Ibu ini memutuskan untuk menolongnya, ia mengambil gunting dan menggunting sisa kepompong tersebut. Kemudian kupu-kupu bisa keluar dengan mudah.

Kupu-kupu mempunyai badan yang besar tetapi sayap yang kecil dan lemah. Ibu ini mengamati terus ia beharap pada saatnya sayapnya akan membesar dan sanggup menopang tubuhnya. Seperti kupu-kupu lainnya, tetapi harapannya sia-sia! Kupu-kupu itu tidak bisa terbang, melainkan hanya merayap. Ibu ini baik hati, namun karena tergesa-gesa sehingga ia tidak menyadari bahwa ia telah menjadi penghambat terhadap kupu-kupu tersebut.

Continue reading “Kepompong Perjuangan”

Doa – Martin Luther King Jr.

  • Berdoalah di mana saja Anda berada, Tuhan ada di mana-mana.
  • Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja.
  • Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan.
  • Bawalah kemarahan Anda dalam doa, logam yang panas bisa dibentuk.
  • Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh, berdoalah.
  • Tuhan tetap mencintai Anda.
  • Berdoalah bila Anda cemas.
  • Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara sehat.

Catatan Harian Seorang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang
membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya. Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini. Di antara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Continue reading “Catatan Harian Seorang Pramugari”