Perbuatan Besar

Baca: Yohanes 6:1-13
Ayat Mas: Yohanes 6:5,6

Memberi makan 5.000 orang dengan modal lima ketul roti dan dua ekor ikan dalam waktu yang mendadak dan singkat adalah salah satu perbuatan besar yang pernah Yesus lakukan. Kini, Dia juga rindu anak-anak-Nya melakukan perbuatan-perbuatan besar yang memuliakan nama-Nya. Melalui peristiwa ini, kita dapat belajar dari Yesus mengenai beberapa prinsip rohani bagaimana melakukan perbuatan besar: Continue reading “Perbuatan Besar”

Gelap Gulita

Baca: Mazmur 13:1-6
Ayat Mas: Mazmur 13:6

Saya suka tidur dalam keadaan gelap gulita. Lampu kamar saya matikan, jendela saya tutup dengan tirai, sehingga tidak ada cahaya masuk sama sekali. Namun, meski mata saya hampir tidak bisa melihat apa-apa saat itu, jarang sekali saya tersandung sesuatu ketika berjalan di situ. Sebab saya sudah hafal seluk-beluk kamar saya. Memori inilah yang menjadi penerang bagi saya dalam kegelapan kamar tersebut. Continue reading “Gelap Gulita”

Terlalu Muluk?

Baca: Yohanes 3:16-18
Ayat Mas: Yohanes 3:16

Sebuah lembaga keuangan di negeri kita mengiklankan dirinya: “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.” Betapa baiknya jika ada lembaga keuangan yang sanggup menolong kita mengatasi masalah keuangan, tanpa disertai berbagai masalah sampingan. Namun kalau tidak, pernyataan itu menjadi janji yang terlalu muluk. Continue reading “Terlalu Muluk?”

Fokus Pada Orang Lain

Baca: Roma 15:1-13
Ayat Mas: Roma 15:2

William Ward, penulis berbagai artikel dan puisi, pernah berkata, “Ada tiga kunci menuju kehidupan yang lebih berlimpah: memedulikan orang lain, memberi dorongan kepada orang lain, dan berbagi dengan orang lain.” Ketiganya melibatkan orang lain. Apa yang dikatakan Ward adalah gaya hidup yang seharusnya dimiliki oleh orang kristiani, yaitu mengutamakan orang lain dan membuat mereka memiliki keadaan yang lebih baik setelah bertemu dengan kita. Continue reading “Fokus Pada Orang Lain”

Pertumbuhan yang Terimpit

Baca: Lukas 8:4-15
Ayat Mas: Lukas 8:14

Saya punya seorang teman yang gemar membaca buku rohani, mengikuti kegiatan pembinaan iman, dan bersemangat sekali ketika berbicara tentang teologia. Ia juga aktif melayani. Banyak orang menghormatinya sebagai orang kristiani yang baik. Namun, alangkah terkejutnya saya ketika suatu hari ia mengaku telah meninggalkan iman kristiani. Ternyata dari pengakuan teman-teman dekatnya, ia sesungguhnya belum melepaskan gaya hidup foya-foya. Itu sebabnya dalam keseharian pun ia sangat labil. Bisa tiba-tiba kehilangan antusiasme dalam pelayanan atau susah bekerja sama dengan rekan lain. Continue reading “Pertumbuhan yang Terimpit”

Menyenangkan Tuhan

Baca: 1 Tesalonika 2:1-6
Ayat Mas: 1 Tesalonika 2:4

Ada cerita tentang seorang bapak dengan anak laki-laki dan keledainya. Mereka menuntun keledainya hendak ke pasar. Sang bapak berjalan di samping, sedang anaknya duduk di atas keledai. Beberapa orang yang melihat berkata, “Anak itu tidak memiliki rasa hormat kepada orangtua, masak bapaknya berjalan, dianya sendiri naik keledai?” Tidak enak mendengar kata-kata itu, sang bapak gantian duduk di atas keledai, dan anaknya berjalan. Continue reading “Menyenangkan Tuhan”

Pemeriksaan Dalih

Baca: Keluaran 4:1-17
Ayat Mas: Keluaran 4:10

Ani, seorang koordinator Sekolah Minggu, kewalahan mencari tambahan guru. Ketika ia meminta anggota jemaat untuk membantu, ada-ada saja dalih mereka—merasa tidak punya bakat; tidak punya waktu; tidak bisa sabar menghadapi anak-anak. Seribu satu macam dalih bisa dikemukakan, walau mungkin itu bukan alasan yang sungguh-sungguh dihadapi. Yang jelas, dengan memberi alasan maka mereka bebas dari kejaran tugas itu. Continue reading “Pemeriksaan Dalih”

Kehadiran yang Menghibur

Baca: 2 Korintus 7:2-7
Ayat Mas: 2 Korintus 7:6

Pernahkah Anda merasa sangat gembira karena kehadiran seseorang? Saya pernah. Tepatnya ketika saya masih kanak-kanak. Waktu itu saya sudah beberapa hari merasa lesu tanpa sebab yang jelas. Suatu malam, seorang saudara sepupu yang juga adalah teman bermain saya, datang ke rumah. Tiba-tiba saya merasa sehat dan langsung bermain dengannya di halaman seperti biasa. Ajaibnya, setelah itu saya benar-benar sembuh total. Orangtua saya bingung melihat apa yang terjadi. Mereka hanya bisa menyimpulkan bahwa saya sangat terhibur didatangi saudara sepupu itu, sehingga tubuh saya terpengaruh hingga benar-benar sembuh. Continue reading “Kehadiran yang Menghibur”